Senin, 14 November 2011

BAB 9 SISTEM INFORMASI ORGANISASIONAL

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam bab ini adalah proses manufaktur, kita akan membahas bagaimana komputer digunakan untuk meningkatkan sistem manufaktur fisik.Penggunaan komputer ini meliputi CAD atau komputer untuk desain kemudian kita akan melihat kembali evolusi yang terjadi dalam sistem informasi manufaktur dengan melakukan pembahasan mengenai sistem reorder point atau sistem point pemesanan kembali

Kita akan menggunakan model grafik sebagai dasar pembahasan kita terhadap sistem informasi manufaktur yaitu sistem konseptual yang digunakan untuk mengelola sistem manufaktur fisik. kita akan membahas setiap subsistem

BAB II
SISTEM INFORMASI ORGANISASIONAL

2.1 Komputer Dalam Manufaktur

Manajer manufaktur bertanggung jawab untuk mengelola arus bahan dari pemasok melalui proses transformasi dan untuk memasarkan distribusi. baik personel maupun mesin digunakan untuk memperlancar dan mempermudah arus ini. Dalam perusahaan manufaktur sebagian besar pekerja dipekerjakan pada fungsi manufaktur juga banyak pekerjaan yang dilakukan oleh mesin yang berfungsi untuk memindahkan bahan disepanjang pabrik dan mesin ini juga digunakan untuk mentransformasi bahan menjadi produk

Manajer manufaktur telah memanfaatkan teknologi komputer dengan dua cara dasar seperti yang dilakukan oleh manajer lain diperusahaan, manajer manufaktur telah menerapkan komputer sebagai sistem informasi. namun ada aplikasi lain yang bersifat khas bagi area manufaktur, Komputer digunakan untuk meningkatkan sistem fisik dengan cara menjalankan proses fisik atau mengontrol proses tersebut bukannya digunakan untuk memperoleh informasi

2.2 Model Sistem Informasi Manufaktur

Ada 3 model sistem informasi manufaktur yaitu :
  • Subsistem Input
ada tiga subsitem yang mengumpulkan data dan memasukkannya kedalam database yaitu
1. Subsistem pemrosesan data
2. Subsistem teknik industri
3. Subsistem inteligensi manufaktur
  • Subsistem Output
1. Subsistem produksi
2. Subsistem inventarisasi
3. Subsistem kualitas
4. Subsistem biaya

2.2.1 Subsistem Pemrosesan Data

Tugas pengumpulan data yang menjelaskan operasi produksi akan lebih baik bila dilakukan dengan menggunakan terminal pengumpulan data, pekerja produksi memasukkan data kedalam terminal dengan menggunakan kombinasi media yang dapat dibaca oleh mesin dan keyboard media tersebut biasanya berbentuk dokumen yang mempunyai kode bar yang dapat dibaca secara optis. Media lainnya adalah dokumen yang dilengkapi dengan penandaan pensil yang dapat dibaca secara optis dan lencana plastik yang dilengkapi dengan kepingan yang dibaca secara magnetis

Setelah data terbaca ia ditransmisikan kekomputer sentral tempat ia digunakan untuk memperbaharui database untuk mereflesikan status sistem fisik pada saat itu

2.2.2 Subsistem Tehnik Industri

Insinyur industri (II) mengawasi operasi manufaktur dan membuat rekomendasi untuk perbaikan, II adalah jenis analisis sistem yang mengkhususkan diri pada desain dan operasi sistem fisik namun juga mempunyai pengetahuan mengenai sistem konseptual. II dapat terlibat dalam perancangan setiap subsistem output dari sistem informasi manufaktur dan juga sistem pemrosesan data input

Bagian tugas II adalah menyusun standart produksi, yang merupakan unsur penting dalam penerapan manajemen dengan pengecualian pada bidang manufaktur. II dapat membuat standart dengan cara mempelajari proses produksi agar dapat menentukan berapa lama proses tersebut berlangsung, standart tersebut disimpan dalam database dan dibandingkan dengan data penampilan yang sebenarnya yang ditunjukkan oleh sistem pemrosesan data. varian kekecualian dilaporkan kepada manajemen

2.2.3 Subsistem Intelegensi Manufaktur

Baik pemrosesan data maupun teknik industri mengumpulkan data terutama secara internal namun mereka perlu juga mengumpulkan data yang menjelaskan aktvitas elemen lingkungan yang menjadi tanggung jawab fungsi manufaktur elemen tersebut adalah serikat pekerja dan pemasok, serikat pekerja memberikan sumber personel dalm berbagai perusahaan dan mempengaruhi cara penggunaan sumber tersebut. Pemasok memberikan sumber bahan dan mesin

Walaupun pabrik telah diotomasi dengan baik, ia masih menugaskan manusia untuk memelihara dan memonitor mesinnya. Semua organisasi juga membutuhkan sumber bahan dan mesin yang diperoleh dari pemasok, Manajer manufaktur harus memelihara sumber pekerja dan bahan mesin bila menginginkan mereka dapat digunakan ketika diperlukan

2.2.4 Subsistem Produksi

Manajemen manufaktur menggunakan subsistem produksi terutama untuk mengelola proses produksi harian, penggunaan lain dari subsistem produksi adalah untuk memberikan dukungan kepada manajer dalam membuat fasilitas produksi yang baru. Keputusan seperti ini biasanya dibuat oleh manajemen tingkat puncak karena adanya pengaruh jangka panjang dan jumlah investasi yang besar

2.2.5 Subsistem Inventarisasi

Manajemen manufaktur selalu bertanggung jawab atas inventarisasi bahan mentah dan inventarisasi proses kerja. pemasaran dalam beberapa contoh bertanggung jawab atas inventarisasi barang jadi. record invetarisasi menunjukkan apa yang harus ada dan perhitungan fisiknya yang disebut cycle counts dibuat secara berkala untuk memastikan bahwa record konseptual dalah benar

2.2.6 Subsistem Kualitas

Sebagian besar perusahan berharap untuk mencapai tingkat kualitas tertentu dalam produksinya namun demikian tidak cukup bagi perusahaan tersebut bila hanya mengecek kualitas produknya selagi produk tersebut berada pada jalur asembling akhir. Bener-benar terlambat bila pada point tersebut kita baru mempertimbangkan kualitas yang akan kita hasilkan. Kontrol kualitas harus dilakukan dari awal proses produksi yaitu sejak penerimaan bahan mentah orang yang melakukan cek kualitas ini disebut qulity control inspector (pengawas kontrol kualitas) atau hanya disebut inspector. Ia dapat menggunakan terminal pengecekannya dalam database

2.2.7 Subsistem Biaya

Subsistem ini dapat berisi program yang digunakan untuk membuat laporan berkala dan laporan khusus laporan berkala dapat dicetak dan didistribusikan atau ia dapat disimpan dalam form yang  telah diformat sebelumnya kedalam database agar ia dapat dipanggil kembali nantinya

2.3 Model Sistem Informasi Pemasaran

Semua keputusan yang dibuat oleh manajer pemasaran berkaitan dengan satu unsur campuran atau lebih, Karena unsur tersebut dapat dengan baik mengkategorisasikan keputusan pemasaran. maka mereka dapat digunakan pula untuk mengkategorisasikan aktivitas sistem informasi pemasaran secara baik, tiap bagian atau subsistem dari sistem informasi pemasaran dapat mendukung kelompok keputusan tertentu. inilah cara yang dilakukan Brien dan Stafford dan kita akan membahasnya secara lebih jauh. sistem informasi pemasaran akan kita bagi menjadi subsistem agar menghasilkan output yang dapat menjelaskan setiap unsur campuran tersebut

2.3.1 Subsistem Pemrosesan Data

Subsistem pemrosesan data menghasilkan beberapa output informasi yaitu statement income dan balance sheet. semua laporan dibuat dengan data dari database yang telah dikumpulkan oleh subsistem pemrosesan data, kebanyakan data yang digunakan untuk merespon query database oleh manajer berasal dari data yang dihasilkan oleh sistem pemrosesan data.
Kita juga membahas mengenai cara eksekutif perusahaan dalam menggunakan model penentuan harga (pricing) untuk mengukur pengaruh perubahan harga terhadap laba, sebagian besar data yang dimasukkan kedalam layar input yang dikumpulkan oleh sistem pemrosesan data sebagian besar data yang digunakan oleh expert sistem dicukupi oleh sistem pemrosesan data dengan cara yang sama

2.3.2 Subsistem Riset Pemasaran

Manajer pemasaran dapat melakukan penelitian pemasaran untuk mengumpulkan segala jenis informasi namun sebagian besar aktivitas ditujukan pada pelanggan dan prospek. Pemasar menggunakan istilah consumer (konsumen) untuk menjelaskan kedua kelompok tersebut. Marketing research (penelitian pemasaran) meliputi studi mengenai konsumen yaitu dengan mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan merekadan menentukan mengapa  mereka membeli atau tidak membeli produk perusahaan

2.3.3 Subsistem Intelegensi Pemasaran

Tiap area fungsional mempunyai tanggung jawab pokok untuk menginterface perusahaan dengan elemen tertentu yang ada dalam lingkungan bahwa pemasaran mempunyai tanggung jawab atas pelanggan dan kompetisi, manufaktur mempunyai tanggung jawab atas pemasok dan serikat buruh. keuangan mempunyai tanggung jawab atas pemegang saham atau pemilik dan masyarakat atau lembaga keuangan. Semua manajer perusahaan khususnya eksekutif mempunyai tanggung juntuk menetapkan dan memelihara hubungan yang baik dengan pemerintah dan masyarakat lokal

2.3.4 Subsistem Produk
Produk bisanya merupakan unsur pertama dalam campuran pemasaran yang dispesifikasi, perusahaan menentukan untuk memberikan produk yang memberi kepuasan kepada kebutuhan pasar. dengan demikian unsur yang lainnya akan dapat diidentifikasi dan dideskripsikan 

2.3.5 Subsistem Promosi 

masih sangat sulit untuk menerapkan komputer untuk bidang promosi, perusahaan telah menggunakan data dari sistem pemrosesan data untuk melakukan analisis penjualan sejak tidak digunakannya kartu berlubang lagi, namun laporan yang dibuat hanya memberikan gambaran yang telah lewat. Adapun penggunaan komputer yang sedikit yang diterapkan pada periklanan disebabkan karena adanya sifat yang kreatif

2.3.6 Subsistem Harga

Bidang harga mempunyai urutan kesulitan yang kedua setelah promosi dalam hal pemberian dukungan keputusannya, berdasarkan kebijaksanaan dalam penentuan harga oleh perusahaan 
1. Penentuan harga berdasarkan biaya
2. Penentuan harga berdasarkan permintaan

2.3.7 Subsistem unsur terpadu

Subsistem ini memberikan dukungan terhadap manajer bila unsur dari campuran pemasaran dikombinasikan untuk membentuk strategi tertentu. Hal ini dilakukan dengan memproyeksikan hasil yang mungkin didapat dari berbagai campuran 


BAB III
KESIMPULAN 

Model sistem informasi pemasaran yang kita bahas didasarkan pada hasil karya awal dari para teoritis bidang pemasaran. Subsistem input mengumpulkan data internal dan lingkungan dan memasukkannya kedalam database. Subsistem output mengubah data menjadi informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, subsistem input meliputi pemrosesan data, penelitian pemasaran, dan intelegensi pemasaran 



Rabu, 02 November 2011

BAB 3 MANFAAT & ETIKA DARI SISTEM INFORMASI

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG

Meningkatnya penggunaan komputer menjadi perhatian yang semakin besar, terutama pengaruhnya terhadap etika dan sosial di masyarakat pengguna. Di satu sisi, perkembangan teknologi komputer sebagai sarana informasi memberikan banyak keuntungan. Salah satu manfaatnya adalah bahwa informasi dapat dengan segera diperoleh dan pengambilan keputusan dapat dengan cepat dilakukan secara lebih akurat, tepat dan berkualitas.

BAB II
MANFAAT & ETIKA DARI SISTEM INFORMASI

2.1 Moral, Etika dan Hukum
Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku yang benar dan yang salah. “Melakukan apa yang secara moral benar,” adalah landasan dasar perilaku sosial kita.

Etika(ethics) adalah sekumpulan kepercayaan, standar, atau teladan yang mengarahkan, yang merasuk ke dalam seseorang atau masyarakat. 

Hukum (law) adalah peraturan perilaku formal yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, seperti pemerintah, terhadap subjek atau warga negaranya

* Budaya Etika
  • Kebutuhan Akan Budaya Etika
Jika perusahaan dituntut untuk berlaku etis, maka manajemen tingkat tinggi harus bersikap etis dalam segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakannya. Manajemen tingkat atas harus memimpin melalui contoh.Perilaku ini disebut dengan budaya etika.
  • Budaya Etika Diterapkan
Tugas dari manajemen tingkat atas adalah untuk meyakinkan bahwa konsep etikanya merasuk ke seluruh organisasi, dan turun ke jajaran bawah sehingga menyentuh setiap karyawan. Implementasi ini dapat dilalui melalui tiga tingkat, dalam bentuk kredo perusahaan, program etika, dan kode perusahaan yang telah disesuaikan.

Kredo perusahaan (corporate credo) adalah pernyataan singkat mengenai nilai-nilai yang ingin dijunjung perusahaan

Program etika (ethics program) adalah upaya yang terdiri atas berbagai aktivitas yang didesain untuk memberikan petunjuk kepada para karyawan untuk menjalankan kredo perusahaan.
  • Hak sosial dan komputer
Masyarakat tidak hanya mengharapkan pemerintah dan dunia usaha untuk menggunakan komputer secara etis, namun juga menuntut beberapa hak yang berhubungan dengan komputer. 
  • Etika dan CIO (chief information officer)
Pelayanan informasi hanyalah merupakan satu unit di dalam struktur organisasi, namun berada pada posisi kunci yang memiliki pengaruh terbesar dalam memenuhi tuntutan pemerintah maupun masyarakat akan pelaporan keuangannyang akurat.

CIO dapat memenuhi ekspektasi pelaporan mkeuangan dengan cara mengikuti program yang  mencakup:
  1. Mencapai tingkat pemahaman yang lebih baikakan pemahaman prinsip-prinsip akuntansi 
  2. Mempelajari sitem informasi yang menyelesaikan laporan keuangan dan  mengambil tindakan perbaikan 
  3. Mendidik eksekutif perusahaan mengenai sistem-sistem keuangan 
  4. mengintegrasikan ke dalam sistem informasi alarm yang memperingatkan eksekutif terhadap aktivitas yang membutuhkan perhatian 
  5. Secara aktif berpartisipasi di dalam memberikan informasi keuangan kepada elemen lingkungan 
  6. Mengendalikan dengan ketat keuangan yang dihabiskan untuk sumber daya informasi

BAB III
KESIMPULAN

Banyak sekali kegunaan dari sistem informasi tetapi kita juga harus memikirkan etika terhadap pemakaian sistem tersebut dengan cara menjaganya dan tidak sembarangan dalam pemakaiannya karena semua itu mempunyai atauran yang telah berlaku 

SUMBER
http://pusdiklatwas.bpkp.go.id/filenya/namafile/258/KT_SIM.pdf
http://marianasetiawati.blogspot.com/

BAB 8 SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (SIA DAN SIM)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG 

Tugas-tugas yang dilakukan oleh komputer disebut dengan aplikasi  Pada awalnya aplikasi komputer adalah pengolahan data Sistem pengolahan data pada perusahaan terdiri dari beberapa subsistem antara lain subsistem penggajian/payroll dan subsistem persediaan/stock. Aplikasi-aplikasi tersebut dikenal dengan sistem informasi akutansi (SIA) dan sistem informasi manajemen (SIM)

BAB II
SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (SIA DAN SIM)
2.1 Sistem Pengolahan Data
Sistem yang melakukan tugas pengolahan data adalah system pengolahan data. Dalam pandangan umum, system pengolahan data adalah sama dengan system akuntansi, pandangan ini didasarkan pada kenyataan bahwan pada mulanya computer hanya diterapkan untuk tugas akuntansi dan, penggunaannya disebut pengolahan data elektronik atau EDP

* Tujuan Pengolahan Data :
Untuk mengambil informasi asli ( data ) dan darinya menghasilkan informasi dalam bentuk yang berguna
 
* Fungsi dasar Pengolahan data :
  1. Mengambil programa dan data (masukan / input) 
  2. Menyimpan program dan data serta menyediakan untuk pemrosesan 
  3. Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan 
  4. Menyimpana hasil antara dan hasil akhir pengolahan 
  5. Mencetak atau menampilkan data yang disimpan atau hasil pengolahan. 
* Pengolahan data pada computer meliputi :
  1. Pengumpulan data, Sistem pengolahan data dirancang untuk mengumpulkan data menggambarkan tiap tindakan internal perusahaan dan menggambarkan transaksinya dengan lingkungannya. 
  2. Pengubahan data, Operasi pengubahan data mencakup : pengklasifikasian , penyortiran, Pengkalkulasian, perekapitulasian, pembandingan. 
  3. Penyimpana Data, Semua data harus disimpan disuatu tempat sampai ia diperlukan. Data tersebut disimpan dalam berbagai media penyimpanan, dan file yang disimpan disebut database 
  4. Pembuatan Dokumen, Sistem pengolahan data mengahasilkan output yang dibutuhkan oleh perorangan atau kelompok baik di dalam maupun luar perusahaan.
* Contoh Pengolahan Data
  1. Pembuatan factor penjualan, dengan sudah dimanfaatkannya pengolahan data computer, maka operator hanya memasukkan jumlah barang yang dipesan, karean nama pelanggan, alamat, harga sudah ada dalam database dan perhitungan total sudah kitaa dapatkan dari hasil proses program. 
  2. Perhitungan upah dan gaji, dengan sudah dimanfaatkannya pengolahan data computer, operator hanya menginput banyaknya jam kerja, lembur, bonus atau komisi, hari absen ; dan untuk kode pegawai, nama pegawai, gaji pokok, informasi perhitungan pajak pendapatan, neraca pinjaman dan informasi kumulatif lainnya sudah ada pada database dan program yang memprosesnya.
* Peranan Pemrosesan Data Dalam Pemecahan Masalah

            Pengolahan data banyak dilakukan oleh volume data yang lebih besar dari pada volume informasinya. Ada dua alas an yang pertama system pengolahan data yang benar menghasilkan output informasinya dalam bentuk laporan accounting standar yang kedua system pengolahan data yang memberikan kekayaan pada database yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah.

2.2 Sistem Informasi Manajemen

Suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dg kebutuhan yang serupa.

* Model SIM
Database berisi data yang dikumpulkan oleh SIA. Data dan informasi diisikan dari lingkungan. Database diguna kan oleh program yang menghasilkan laporan peri odik dan laporan khusus, selain itu digunakan juga oleh model matematika yg menghasilkan beragam aspek operasi perusahaan 
 
Output SIM digunakan oleh penanggungjawab pe mecah masalah dalam perusahaan, SIM tidak harus memberikan informasi pada lingkungan seperti halnya SIA.

* Konsep Sistem Informasi Organisasional 

Konsep subsistem organisasi diawali dng pengala man pengetrapan SIM yang mencakup seluruh peru sahaan, sehingga manajer-manajer di area-area ter tentu mulai juga mengetrapkan konsep tersebut se suai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Munculah sistem-sistem informasi fungsional, atau subset-subset daripada SIM yang disesuaikan dng kebutuhan masing-masing. Yang pertama menge trapkan konsep ini adalah sub sistem pemasaran 

Area manufaktur menerima pengolahan komputer dan teknologi tersebut baik untuk sistem konseptual maupun sistem fisiknya (menggunakan robot-robot untuk berproduksi) 

BAB III
KESIMPULAN 

Sistem pengolahan data atau sistem accounting memelihara dan megurus record operasi perusahaan, aplikasi tersebut dijalankan agar dapat memberikan dasar untuk mengontrol operasi perusahaan oleh manajemen dan elemennya.

Pengolahan data terdiri atas pengumpulan data,pengubahan data, penyimpanan data dan pembuatan dokumen. pengolahan data menjalankan tugas yang penting, mengikuti prosedur standart secara relatif, menghimpun data yang detail atau lengkap, mempunyai fokus historis yang utama dan memberikan informasi pemecahan masalah minimal 
SUMBER 
http://andreabsolado.blogspot.com/2010/12/sistem-informasi-berbasis-komputer-sia.html
BUKU SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 

 
  




BAB 7 DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pada bab ini akan diberikan tambahan mengenai dasar komputer yang mana akan diberikan informasi yang lebih lengkap mengenai CPU dan unit input dan output. Perhatian khusus diberikan kepada peralatan yang digunakan secara langsung oleh pemecah masalah yaitu terminal yang dapat disambungkan kekomputer dalam berbagai ukuran dan keyboard serta layar mikrokomputer

BAB II
DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER

2.1 Arsiteaktur Komputer

Pada bab ini kita menggunakan diagram sederhana untuk menggambarkan komponen komputer dasar yaitu CPU, unit output, dan output, penyimpanan sekunder. CPU merupakan tempat unit penyimpanan primer, unit aritmetik dan logis, dan unit kontrol. Penyimpanan primer menyimpan instruksi program yang dapat dijalankan dan data yang diproses oleh instruksi tersebut. unit aritmetik dan logis (disebut ALU) menjalankan operasi aritmetik dan logis yang diprakarsai oleh instruksi. Unit kontrol menjadikan instruksi dapat dijalankan dengan urutan yang tepat

Sistem komputer juga mempunyai satu atau lebih unit penyimpanan sekunder dan seleksi unit input dan unit output. sistem komputer kecil hanya mempunyai beberapa unit ini sistem yang lebih besar dapat mempunyai ratusan
  • Peralatan Input 
1. Peralatan Keydriven OnlineOption input yang paling terkenal sekarang ini adalah keyboard terminal atau mikrokomputer keduanya adalah peralatan keydriven online sitilah online mengacu pada sambungan langsung ke CPU. keyboard mikrokomputer disambungkan ke CPU dengan kawat pendek, terminal keyboard dihubungkan dengan sambungan komunikasi data, seperti jalur telepon yang mungkin mempunyai jangkauan ribuan mil. Data yang masuk pada keyboard ditransmisikan kepenyimpanan primer tempat ia diproses

2. Peralatan Keydriven Online
Peralatan offline tidak disambungkan ke CPU, namun beroperasi dalam acara standalone jika peralatan offline digunakan untuk membuat data agar diproses pada komputer data harus direkam pada beberapa media komputer siap baca

3. Otomatisasi Data Sumber
Salah satu cara untuk menghilangkan kemacetan input adalah dengan membaca data secara langsung dari dokumen atau obyek input. istilah source data automation (otomatisasi data sumber) atau  dapat dibaca oleh SDA menjelaskan cara udokumen atabu obyek diotomatisasi dengan pencetakan karakter sehingga dokumen tersebut dapat dibaca oleh komputer

4. Rekognisi Suara
Untuk memasukkan perintah dan data ke dalam komputer dengan berbicara melalui mikrophone yang disambungkan ke voice recognition unit (unit rekognisi suara). model prototype nya dibuat pada akhir tahun 50 an namun tidak samapai tahun 70 an unit mulai diproduksi secara masal. Dua jenis unit rekognisi suara telah dirancang pemakai memasukkan vocabulary kedalam speaker dependent system dengan mengucapkan kata berulang kali dengan demikian sistem tersebut disesuaikan dengan suara pembicara
  • Peralatan Output
1. Output Yang Ditampilkan
Peralatan output yg paling terkenal dgn pemakai akhir (end user) adalah Display Screen yg disebut CRT yg  dikemas dgn keyboard.
Kelemahan dari layar tampilan yaitu : ketidak mampuan untuk menghasilkan kopi pada kertas,  yang disebut Hard copy.

2. Output Yang Dicetak
Peralatan output yang disebut printer menghasilkan hard copy.

3. Output Grafik
Beberapa pemakai komputer pertama, seperti insinyur dan arsitek perlu untuk menghasilkan output grafik.
Peralatan khusus yg disebut plotter yg disambungkan dgn CPU ataupun beroperasi secara offine, dpt menghasilkan output grafik pd ukuran normal atau pd kertas yg besar

4. Output Mikrofilm

Komputer dapat menggunakan unit Computer Output Microfilm (COM) untuk menciptakan microfilm ataupun microfiche.
Mikrofilm viewer offine khusus digunakan untuk menampilkan dokumen yang difilmkan tersebut.
Microfilm printer dpt digunakan untuk menghasikan hard copy.

5. Output Kartu Berlubang
Beberapa konfigurasi komputer yang lebih besar menerapkan card punch unit yang membuat kartu berlubang

6. Output Audio
Audio response unit dapat menentukan kata yang sebelumnya terekam untuk membentuk output komputer dapat didengar, sehingga bisa ditransmisikan ke seluruh saluran komunikasi.

2.2 Software
  • Sistem Operasi   
Komponen dari sistem operasi yaitu penyimpanan primer dan sekunder, komponen yang paling penting adalah supervisor yang juga disebut monitor atau executive routine. supervisor berada dalam penyimpanan primer sepanjang waktu karena ia adalah main memory resident.
Komponen yang lain disebut transient routines, karena ia dikelola dalam penyimpanan sekunder dan ditransfer kedalam penyimpanan primer jika diperlukan. salah satu transient routines adalah IOCS (input output control system) ia adalah sofware yang menjalankan pertukaran data antara CPU dan unit input, unit output dan penyimpanan sekunder 

* Fungsi sistem operasi adalah 
  1. Menjadwal pekerjaan
  2. Mengelola sumber hardware dan software dari sistem
  3. Memberikan keamanan
  4. Memungkinkan beberapa pemakai untuk menggunakan komputer secara bersama-sama
  5. melakukan interrupt
  6. Memelihara record penggunaan 
* Program Utiliti
Program ini melakukan fungsi yang diperlukan oleh semua pemakai dari komputer khusus, program utiliti untuk mikrokomputer memungkinkan pemakai untuk menjalankan fungsi tertentu yang melibatkan disket magnetis fleksibel kecil berisi program dan data. Utiliti disket menyertakan operasi, seperti pengkopian disket, pembandingan dua disket dan penghapusan file pada disket 

  • Aplikasi
1. Paket Accounting 
Paket Accounting memungkinkan perusahaan untuk melakukan komputerisasi sistem accounting-nya, beberapa paket melakukan pemrosesan seluruh sistem sedangkan beberapa yang lain digunakan untuk pemrosesan subsistem tertentu seperti penggajian, inventarisasi, dan buku besar umum
 
2. Paket Industri
software tertulis juga telah dibuat untuk memenuhi kebutuhan seperti industri peternakan, pertanian, real estate, bisnis eceran, manufaktur, angkutan dan perawatan kesehatan. banyak dari paket industri yang hanya disesuaikan dengan prosedur accounting standart terhadap perusahaan 
 
3. Paket Penunjang Keputusan
Kategori ketiga dari software aplikasi menyertakan paket penunjang keputusan, ada dua dasar dari paket ini yaitu paket statistik dan paket yang memungkinkan manajer dapat menjalankan fungsi manajerial dasar 
 
2.3 Peranan Peralatan Input dan Output Serta Software dalam Pemecahan Masalah
Beberapa software aplikasi memerankan peranan langsung dalam pemecahan masalah dan beberapa yang lainnya berperan secara tidak langsung. Paket accounting dan beberapa paket industri dirancang untuk pemrosesan data. Sistem ini memainkan peranan tidak langsungdengan menciptakan dan mengelola database penting yakni bahan mentah yang kebanyakan digunakan sebagai informasi untuk pemecahan masalah

Beberapa paket industri mempunyai kemampuan diatas pemrosesan data, mereka dapat menghasilkan informasi dalam berbagai bentuk dan beberapa diantaranya mempunyai kemampuan untuk membuat model. Paket ini ditambah dengan paket penunjang keputusan memberikan dukungan pemecahan langsung kepada manajer 

BAB III
KESIMPULAN
Semua komputer terdiri atas CPU, satu unit input dan unit output atau lebih dan penyimpanan sekunder. CPU terdiri atas penyimpanan primer, ALU, dan unit kontrol. unit input terdiri atas peralatan keydriven online, peralatan keydriven offline, MICR, dan OCR reader dan unit rekognisi suara

Manajer secara pribadi menggunakan beberapa unit input dan output dalam pemecahan masalah dan lainnya melakukan peranan tidak langsung

Kemudahan dalam penggunaan software dapat dicapai dengan memeberikan layar bantuan dan memberikan pedoman dialog dengan cara teknik tanya jawab teknik pengisian form dan teknik tampilan menu

SUMBER:
BUKU SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SIM 1 DASAR PEMROSESAN KOMPUTER